Untuk Mendownload Khutbah Jumat Terbaru PDF, Klik Di Sini
Khutbah
Jum’at
Menghidupkan Malam Nisfu Syaban
Khutbah
I
الحَمْدُ لِلهِ
الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ
الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا
الأَجْرُ والحَسَنَاتُ.
أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى
الرَّشَادِ.
اللّهُمَّ
صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ
هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ
فَقَدْ قَالَ اللهُ
تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا،
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah yang
singkat ini, khatib berwasiat khususnya kepada diri khatib pribadi dan jamaah Sholat
Jum’at semua, untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan
kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan
menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Nisfu
Sya'ban adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya'ban) dari
kalender Islam. Hari ini juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun
Nisfe min Sha’ban di dunia Arab, dan disebut sebagai Shab-e-barat di
Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran dan India. Nama-nama ini diterjemahkan
menjadi "malam pengampunan dosa", "malam berdoa" dan
"malam pembebasan", dan sering kali diperingati dengan berjaga sepanjang
malam untuk beribadah.
Posisi
bulan Sya’ban yang terjepit di antara Rajab dan Ramadhan itu rupanya membuat
Sya’ban kalah populer dari keduanya. Kita tahu, Rajab diyakini sebagai bulan
yang di dalamnya terdapat peristiwa dahsyat: Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa yang
dialami secara langsung oleh Rasulullah ini begitu membekas di benak umat
Islam, bukan saja karena keajaibannya namun juga hasil dari peristiwa itu yang
masih berlangsung hingga sekarang, yakni kewajiban shalat lima waktu.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban sudah menjadi tradisi dikalangan umat
islam. Kontroversi pun muncul menanggapi berbagai ibadah dalam memuliakan dan
menghidupkan Nisfu Sya’ban. Tidak sedikit orang yang menuduh shalat pada malam
nisfu Sya’ban sebagai ibadah bid’ah.
Dalam menghidupkan malam Nisfu Sya’ban, banyak hadist yang megupas tentang
dianjurkan shalat pada malam nisfu Sya’ban walaupun derajat hadistnya dhaif. Meskipun
hadist dhaif, namun dengan disokong dalil lainnya sehingga prediketnya berubah
menjadi hasan atau sahih lighairih.
Diantara hadist tersebut seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, berbunyi:
“Apabila tiba malam nishfu Sya’ban maka shalatlah pada malam harinya dan
berpuasalah pada siang harinya, karena (rahmat) Allah SWT akan turun ke langit
dunia pada saat tersebut sejak terbenam matahari dan Allah SWT berfirman :
“Adakah ada orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampunkan, adakah yang
meminta rezeki, maka akan Ku berikan rezeki untuknya, adakah orang yang terkena
musibah maka akan Aku lindungi, adakah sedemikian, adakah sedemikian, hingga
terbit fajar”.(HR.Ibnu Majah, dalam Kitab Sunan Ibn Majah, Ibnu Majah I:444).
Para ulama menyebutkan hadist diatas berposisi pada level dhaif namun masih
dalam katagori masih dapat untuk beramal (Fadhoilul Amal). Dalam hadist
lain juga disebutkan :
Hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ
إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ
مُشَاحِنٍ
“Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun
mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
Imam
Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh dengan
syafaat (pertolongan).
Menghidupkan
malam Nisfu sya’ban sangat dianjurkan. Maksud menghidupkan malam di sini
adalah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam Nisfu Sya’ban.
Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan
di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan
pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang
meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang
dari neraka.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Diantara amal ibadah yang dapat dilakukan dalam menghidupkan malam Nisfu
Sya’ban yaitu:
Yang
pertama ialah Shalat Sunnah Setelah Shalat
Maghrib. Disunnahkan melaksanakan shalat sunnah dua raka'at. Disunnahkan pada
raka'at pertama membaca Surah Al-Kafirun dan pada raka'at kedua membaca Surah
Al-Ikhlas. Pada pendapat lain disunnahkan membaca Surah Al-Ikhlas enam kali di
tiap raka'atnya. Adapaun niat sholatnya
yaitu:
اُصَلِّىْ
سُنَّةَ لَيْلَةِ نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى.
Yang
kedua ialah Membaca Surat Yasin sebanyak
3x, bacaan Yasin yang pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang
semata-mata hanya beribadah kepada Allah SWT. Pada bacaan surat Yasin yang
kedua diniatkan untuk memohon rezeki yang banyak dan halal untuk bekal
beribadah kepada Allah Swt. Dan pada bacaan surat Yasin yang terakhir diniatkan
untuk memohon keteguhan iman, Husnul Khotimah.
Setelah
membaca Surah Yasin dianjurkan membaca doa malam Nisfu Sya'ban sebagaimana tertera dalam Kitab Maslakul Akyar halaman 78-80 karya
Sayyid Utsman bin Yahya.
اللَهُمَّ
يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا
الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ
المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.
اللَهُمَّ
إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا
أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ
شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا
مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي
كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا
يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ
العَالَمِيْنَ
Artinya:
“Wahai
Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran
dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada
tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan
orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka,
sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh
kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai
orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau
telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan
melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia
kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada
Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi
Allah SWT.”
Yang
ketiga ialah memperbanyak bacaan Istighfar
dan berdzikir kepada Allah. Membaca istighfar 100x, Membaca tahmid dan takbir
100x, Membaca shalawat nabi 100x, Dan membaca dzikir-dzikir lainnya bila masih
memungkinkan. Setelah itu dilanjutkan dengan berdoá. Berdoalah secara khusyuk
meminta apa yang tersirat dalam hati. Karena malam Nisfu Sya’ban adalah malam
yang sangat diijabah untuk dikabulkan semua doa dan hajat yang diinginkan.
Selain itu
dianjurkan pula pada malam Nisfu Sya’ban untuk bertaubat dan meminta maaf kepada
orang lain. Dalam hadis dijelaskan “Sesungguhnya Allah melihat pada pertengahan
Sya’ban. Maka dia mengampuni semua makhluk, kecuali orang musyrik dan orang
yang bermusuhan,” hadis dari Abu Musa Al-Asy’ari.
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Demikianlah
keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam
yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada
Allah. Semoga kita semua dianugerahi umur panjang yang barokah; diberi
kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan. Harapannya, kita semua dapat
meningkatkan kualitas kehambaan kita dan merengkuh kebahagiaan dunia dan
akhirat. Amiiin. Wallahu a’lam bish shawab.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي
وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ
مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ
قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ
إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ
تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ
فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ
تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ
اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى
بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ
الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ
وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ
اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ
عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ
خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى
يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ
وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ
عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى
اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا
وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ
ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
·
Salam Ta’dzim, PCLDNU Cilacap (SNH)