Jum’at, 19 Maret 2021
Khutbah
Jum’at
Bersiap Diri di Bulan Sya’ban
KLik Disini Untuk Mendownload Khutbah PDF ini
Khutbah
I
اَلْحَمْدُ
لله عَلَى نِعَمِهِ فِي شَهْرِ شَعْبَان، الَّذِى جَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
الكَامِلِيْنَ،
وَأَمَرَنَا
بِاتِّبَاعِ سَبِيْلِ المُؤْمِنِيْن، وأشْهَدُ أَنْ لَا إله إِلَّا الله وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ الحق المبين وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ الصادق الوعد الأمين،
اللهم صَلَّى عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى أله
وَصَحْبِهِ أجمعين، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
أَمَّا
بَعْدُ فَيَآأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ
وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى.
فَقَالَ
اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ فِيْ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ: أَعُوْذُ
بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قَدْ نَرَىٰ
تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ
فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ
لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا
يَعْمَلُونَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah yang
singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib
pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita
kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan
menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah,
Syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah yang
Mahakuasa, karena saat ini kita semua masih menikmati indahnya bulan Sya'ban.
Sya'ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan hijriah. Secara bahasa kata "sya'ban"
mempunyai arti "berkelompok". Nama ini disesuaikan dengan tradisi
bangsa Arab yang berkelompok mencari nafkah pada bulan itu).
Kata “sya’ban” juga berasal dari kata “syi'ab” bisa dimaknai sebagai jalan
setapak menuju puncak. Artinya bulan Sya'ban adalah bulan persiapan yang
disediakan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada hamba-Nya untuk menapaki dan
menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak bulan Ramadhan.
Para salafus shalih memberi perhatian lebih pada bulan ini dengan
beragam kegiatan ibadah, diantaranya memperbanyak ibadah puasa sebagaimana
Rasulullah banyak melakukan ibadah puasa sunah pada bulan ini. Dalam sebuah
hadits disebutkan:
عَنْ
أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ
اللهِ!، لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ
شَعْبَانَ؟
قَالَ: ذٰلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ
النَّاسُ عَنْهُ، بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ اْلأَعْمَالُ
إِلَى رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. فَأُحِبُّ أَنْ يُّرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: ”Dari Usâmah bin Zaid ra. ia berkata: aku bertanya: Wahai
Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau (memperbanyak) berpuasa pada suatu
bulan pun sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?
Beliau menjawab: (Sya’ban) itu adalah bulan di mana manusia
melupakannya (tidak memperhatikannya), antara Rajab dan Ramadhan, padahal ia
adalah bulan di mana diangkat dan dilaporkanlah semua amal perbuatan manusia kepada
Tuhan semesta alam. Oleh karena itulah aku senang amalku akan dilaporkan ketika
aku sedang berpuasa.” (HR. al-Nasâ’î)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada bulan Sya’ban ini selain Rasulullah memperbanyak ibadah
puasa, juga ternyata terjadi persitiwa-persitiwa penting bersejarah di
dalamnya. Peristiwa-peristiwa ini bisa dipandang bukan semata sebagai fakta
historis tapi juga pertanda bahwa Allah memberikan perhatian spesial terhadap
bulan ini. Diantara peristiwa mulia yang terjadi
bulan Sya’ban adalah:
Pertama, pada bulan
Sya’ban Allah menurunkan ayat perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana yang tercantum dalam Surat al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya,
“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang
yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya.”
Mayoritas
ulama, khususnya dari kalangan mufassir, sepakat bahwa ayat ini turun di bulan
Sya’ban. Secara bahasa, shalawat berakar dari kata shalât yang berarti doa.
Dalam ayat tersebut ada tiga shalawat: shalawat yang disampaikan Allah,
shalawat yang disampaikan malaikat, dan (perintah) shalawat yang disampaikan
umat Rasulullah ﷺ.
Sayyid
Muhammad bin Abbas al-Maliki dalam kitabnya Ma Dza fi Sya’ban menyebutkan
salah satu hadis dari Sayyidah
Aisyah, dia berkata:
شَعْباَنُ
شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ اللِه وَشَعْبَانُ المُطَهِّرُ وَرَمَضَانُ المُكَفِّرُ
Artinya:
“Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan bulan Allah. Bulan Sya’ban menyucikan dan
Ramadhan menggugurkan dosa”.
Dalam
hadis ini sangat jelas Nabi Saw mengaku bahwa bulan Sya’ban adalah miliknya,
sedangkan Ramadhan milik Allah. Pengakuan Nabi Saw ini, kata Sayyid Muhammad
bin Abbas al-Maliki, kemungkinan karena Sya’ban bulan bershalawat, bulan di
mana surah Al-ahzab ayat 56 diturunkan sebagai perintah bershalawat kepada Nabi
Saw.
Kedua,
bulan Sya’ban merupakan saat diturunkannya kewajiban berpuasa bagi umat Islam.
Imam Abu Zakariya an-Nawawi dalam al-Majmû‘ Syarah Muhadzdzab menjelaskan bahwa
Rasululah menunaikan puasa Ramadhan selama sembilan tahun selama hidup, dimulai
dari tahun kedua hijriyah setelah kewajiban berpuasa tersebut turun pada bulan
Sya'ban.
Ketiga,
bulan Sya’ban juga menjadi sejarah dimulainya Ka’bah menjadi kiblat umat Islam
yang sebelumnya adalah Masjidil Aqsha. Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki
al-Hasani dalam kitabnya Ma Dza Fi Sya’ban halaman 9 menyebutkan “ketika di Madinah
kaum muslim melaksanakan shalat menghadap ke Bait al-Maqdis selama 17 bulan 3
hari. Hal ini karena kedatangan Nabi Saw. ke Madinah terjadi pada hari Senin
tanggal 12 bulan Rabi’ul Awal. Kemudian pada hari Selasa pertengahan bulan
Sya’ban tahun kedua hijrah, Nabi Saw. melaksanakan shalat menghadap Ka’bah atas
perintah dari Allah.”
Peristiwa
peralihan kiblat ini ditandai dengan turunnya ayat 144 dalam Surat al-Baqarah:
قَدْ نَرَى
تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ….الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ
Artinya:
“Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami
akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah
Masjidil Haram...”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Al-faqir mengajak kepada jamaah sekalian khususnya kepada al-faqir
pribadi, untuk pandai-pandai mensiasati waktu guna meningkatkan kedekatan kita
kepada Allah, meningkatkan kualitas kebajikan di bulan Sya’ban, di antaranya
dengan memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban, dalam arti menjalankan substansi
puasa itu sendiri, yakni meninggalkan segala perbuatan yang keji dan kotor,
memperbanyak sholawat dan juga Istighfar. Semoga kita menjadi orang yang tidak menyia-nyiakan
bulan Sya’ban, meski di tengah kesibukan duniawi yang luar biasa.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي
وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ
مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ
قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ
إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ
أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ
تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ
فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ
تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ
اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى
بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ
الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ
وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ
اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ
عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ
خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى
يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
·
Salam Ta’dzim, PCLDNU Cilacap (SNH)

No comments:
Post a Comment