Penggunaan lafal Sayyidina saat bersholawat atau menyebut nama Baginda Nabi Muhammad SAW menjadi hal yang jamak kita temui. Penambahan sayyidina merupakan salah satu wujud penghormatan kita pada baginda Nabi Muhammad SAW. Berikut dalil dari Al-Qur'an dan Hadits mengenai lafal Sayyidina.
Mengenai dalil-dalil yang membolehkan untuk menambahi lafadz sayyidina dalam sholawat adalah sebagai berikut:
Dalil al-Qur’an.
Artinya :
Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”
Qur’an Surat an-Nur ayat: 63
Artinya :
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsurangsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Artinya :
Rasulullah SAW bersabda: Saya adalah sayyid Bani Adam pada hari kiamat, tidak ada kesombongan di dalamnya. (HR Muslim dan Ahmad).
Demikianlah dalil dalil dari Al-Qur'an dan Hadits mengenai lafal Sayyidina.
Qur’an Surat an-Nur ayat: 63
Artinya :
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsurangsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Dalil dari hadits
Artinya :
Rasulullah SAW bersabda: Saya adalah sayyid Bani Adam pada hari kiamat, tidak ada kesombongan di dalamnya. (HR Muslim dan Ahmad).
Demikianlah dalil dalil dari Al-Qur'an dan Hadits mengenai lafal Sayyidina.


No comments:
Post a Comment