Khutbah
Jum’at
Batal
Berangkat Haji, Jangan Bersedih hati
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ،
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ:
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ، فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا
فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ، وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ،
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى، وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
(البقرة: ١٩٧
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah,
Mengawali khutbah
yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri
khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan
kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan
menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Hadirin yang
dirahmati oleh Allah,
Sedikit di antara
kita yang selamat dari perbuatan maksiat. Orang yang cerdas adalah orang yang
segera bertaubat dari seluruh dosa dan maksiat, dan sesegera mungkin berupaya
untuk meraih ampunan Allah subhanahu wa ta’ala. Tuhan kita adalah Maha
Pengampun, Maha Pemurah dan Maha Penyayang.
Dalam sebuah hadits
qudsi, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
يَا ابْنَ ءَادَمَ،
إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي، غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلَا
أُبَالِي، يَا ابْنَ ءَادَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ،
غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ، يَا ابْنَ ءَادَمَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ
خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا
مَغْفِرَةً (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
Maknanya: “Wahai
manusia, sungguh selama engkau berdoa kepada-Ku dan mengharap ampunan-Ku, maka
Aku akan mengampunimu atas dosa-dosa yang engkau lakukan, dan banyaknya dosamu
tidak berpengaruh bagi-Ku. Wahai manusia, jika dosamu memenuhi bumi dan angkasa
sehingga ia naik ke langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, maka Aku
akan mengampunimu, dan banyaknya dosamu tidak berpengaruh bagi-Ku. Wahai
manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa yang memenuhi bumi
kemudian engkau meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu
pun, niscaya Aku akan memberimu ampunan yang sepadan” (HR at-Tirmidzi).
Oleh karenanya,
saudaraku sesama muslim, marilah kita bersyukur kepada Allah atas nikmat yang
paling agung dan paling utama yang Allah anugerahkan kepada kita, yaitu nikmat
iman dan islam. Marilah kita jaga nikmat ini sampai akhir hayat. Marilah kita
bersegera meraih amal-amal yang utama, melakukan sebab-sebab mendapatkan
ampunan Allah dan segera bertaubat tanpa menunda-nundanya. Saat ini juga,
marilah kita tinggalkan semua dosa. Allah Yang Maha Pemurah berfirman:
وَالَّذِينَ إِذَا
فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ
وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ
يَعْلَمُونَ (آل عمران: ١٣٥
Maknanya: “Dan
orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri
sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan
siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak
meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui” (Q.S. Ali ‘Imrân: 135)
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah,
Pintu-pintu ampunan
Allah sangatlah luas dan banyak, tidak terbatas pada ibadah haji. Haji yang
mabrur memang memiliki keistimewaan menghapus dosa-dosa besar dan dosa-dosa
kecil. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(مَنْ حَجَّ فَلَمْ
يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أمُّهُ (رَوَاهُ
الْبُخَارِيُّ
Maknanya:
“Barangsiapa berhaji, lalu tidak merusak hajinya dengan bersetubuh dan tidak
melakukan dosa-dosa besar, maka ia keluar (bersih) dari dosa-dosanya seperti
saat dilahirkan oleh ibunya” (HR
al-Bukhâri).
Walaupun demikian,
tingkatan shalat lima waktu dalam agama lebih tinggi dari kedudukan ibadah
haji.
Pintu ampunan Allah
sangatlah banyak, tidak terbatas pada haji. Kepada saudara-saudara kita yang
batal berangkat haji tahun ini, kita katakan kepada mereka bahwa pintu ampunan
Allah sangat banyak dan jalan untuk menempuh kebaikan juga bermacam-macam.
Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنِ امْرِئٍ
مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوْبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوْءَهَا وَخُشُوْعَهَا وَرُكُوْعَهَا
إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوْبِ مَا لَمْ تُؤْتَ كَبِيْرَةٌ
وَذٰلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Maknanya:
“Tidaklah ada seorang muslim yang ketika tiba waktu shalat fardlu, maka ia
menyempurnakan wudlunya, khusyu’ dalam shalatnya dan ruku’nya kecuali itu
menjadi penghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya, selama tidak dilakukan
dosa besar, dan ini berlaku sepanjang masa.” (HR Muslim)
Hadirin yang
dirahmati Allah,
Sungguh, Allah
sangat luas ampunan-Nya. Dengan kemurahan dan karunia-Nya, Allah sediakan
perkara-perkara yang menyebabkan seseorang memperolah keberuntungan mendapatkan
ampunan-Nya. Allah juga asy-Syakur, memberikan pahala yang besar atas amal yang
sedikit. Ada bacaan yang sedikit dan mudah diucapkan, jika kita membacanya
ketika memasuki pasar, maka diharapkan kita mendapatkan pahala yang luar biasa.
Yaitu bacaan:
لَا إِلٰهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ،
وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Disebutkan dalam
hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim bahwa seseorang yang
membaca dzikir ini ketika melewati pasar, maka Allah catat baginya satu juta
kebaikan dan Allah ampuni untuknya satu juta keburukan.
Dalam hadits lain,
Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَالَ حِيْنَ
يُصْبِحُ: رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا،
فَأَنَا الزَّعِيْمُ لَآخُذَنَّ بِيَدِهِ حَتَّى أُدْخِلَهُ الْجَنّةَ (رَوَاهُ الطَّبَرَانِـيُّ).
ـ
Maknanya:
“Barangsiapa yang membaca di pagi hari:
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا
maka aku sendiri
yang menjamin baginya surga, sungguh aku akan raih tangannya di akhirat hingga
aku memasukkannya ke dalam surga” (HR.
ath-Thabarani).
Dan masih banyak
lagi amalan-amalan lain yang dapat membuka pintu-pintu ampunan Allah dan
mengantarkan kita menuju samudera pahala-Nya.
Hadirin yang
dirahmati Allah,
Demikian khutbah
yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ
هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ
وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ
اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ
الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ،
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ
وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ
وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ
بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ،
إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى
عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
PCLDNU CIlacap (SNH)
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/120516/khutbah-jumat--batal-berangkat-haji--jangan-bersedih-hati-
(Nur Rohmad)
No comments:
Post a Comment